Salahku terlalu percaya diri, kamu selalu akan ada di sini
Salahku tak pernah ungkapkan rasa terdalam ini
Hingga adegan dewasa itu hadir
Perpisahan tanpa kata
Tanpa jejak dan tak ada lagi komunikasi
Mungkin aku tidak berusaha
Jelas, aku coba terima semua kenyataanya
Sakit tak berdarah
Rindu yang tak terbendung
Rasanya seperti mau mati, tapi aku masih hidup sampai detik ini
Awan
Dia sahabatku
Dia orang terbaik dalam hidupku
Dari satu milyar orang di dunia
Kenapa kamu harus bertemu dan bersamanya
Awan hanya melihatmu sekali
Dia cerita berjuang mati-matian untuk mendapatkan perhatianmu
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Tulus apa adanya
Bukan hanya sekedar kata, apalagi hanya halu semata
Saat ini, melihat kalian bersama
Hati kecilku tak bisa terima
Seketika aku pergi meninggalkan kalian
Tak kuasa terima kenyataan
Pahit
Getir
Esoknya, Awan datang sendiri menemuiku
Sebagai seorang sahabat
Aromamu melekat di badan Awan
Bayanganmu apalagi
Satu sisi aku bahagia untuk Awan, sahabatku
Atas kebahagiannya memperjuangkan cinta
Satu sisi aku tak terima, ada orang lain yang lebih mencintaimu dari pada aku
Terlebih dia sahabatku
Kejamnya waktu
Menyimpan tabir yang tak pernah kita mampu tebak
Waktu yang aku sia-siakan saat bersamamu
Waktu yang Awan maksimalkan untuk membersamaimu
Bukan salah aku, kamu ataupun Awan
Bukan juga salah waktu
Takdir yang tercipta untuk kita bertiga jalani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar