Jumat, 23 Januari 2026

Aku Menjadi Tahu Kenapa Mereka Benci Senyummu

Senyummu menghangatkan
Memberikan semangat untuk tetap berjalan meski berat
Belum lagi, ucap tulus mu
Gpp setidaknya bergerak dahulu
Doamu selalu menyertai kami

Kamu belum menjadi Ibu secara langsung
Tapi jiwa dan naluri keibuanmu sudah kami rasakan
Dari gengaman pertama
Kamu tak biarkan kami jatuh sejatuh jatuhnya

Terkadang memang kamu biarkan kami explore
Meski kamu sudah memberikan saran bagaimana baiknya
Ya, kami hanya kami yang penasaran dan ingin coba sesuatu yang baru
Kamu, tak larang kami
Kamu pantau kami dari jarak yang aman
Dan benar saja, kami tenggelam
Belum teriak minta tolong, ternyata kamu sudah ada bersama kami

Tak mengerti seberapa luas sabarmu
Seberapa besar kasih dan sayangmu
Tuturmu memang tak selalu lembut
Hatimu selembut permen kapas

Pertanyaan kami 1, dibalik semua senyum dan kebaikanmu
Tak pernahkah kamu benci dan marah kepada kami?
Ketakutan kami, kamu kesal dan pergi meninggalkan kami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar