Selasa, 05 Mei 2026

Penyesalan Terbesarku Membuatmu Kecewa

Penyesalan terbesarku adalah membuatmu kecewa
Maaf banget
Tapi semua sudah terjadi
Dan aku masih sangat menyesal sampai dengan hari ini

Aku tak pernah berjanji dan sembarang ucapkan kata manis
Dari kebiasaanku, kamu jadi berharap
Harapmu tak berlebihan
Hanya aku yang kewalahan dan lalai menginformasikan

Mungkin hatimu saat itu sedang penat
Mungkin pikirmu juga tak lagi sehat
Keputusanmu tak ada yang dapat menolak
Ya kalau aku jadi kamu pun pasti akan kecewa berat
So i paham 

Waktu terus bergulir 
Kata mereka, aku sudah dimaafkan 
Untukmu kehadiranku sudah terhapus bersih

Dan kita satu proyek
Kamu memang profesional handal
Sebatas rekan kerja pada umumnya, seperlu dan pentingnya saja
Setiap acara keakraban sering kamu menolak
Bukan karena ada aku, tapi itu kebiasaanmu
Sejak kapan kamu jadi introvert 

Semakin gak percaya orang
Semakin suka menyendiri
Semakin teguh dengan pendirianmu dan lagi-lagi kamu pemenangnya 


Cerita Punya Cerita

Lucu ya cerita punya cerita
Seru juga kalau didengar 
Ada yang bertema komedi, sedih, bahagia dan sukses banget ceritanya

Siapa sangka perjalanan hidup menuntunmu sampai sejauh itu
Umur sudah tak lagi muda, yang lain sudah berpasangan, berkembang biak dengan baik, bahkan meninggalkan dunia ini
Sedangkan kamu masih ribet sama dirimu sendiri
Fokus yang gak fokus

Kalau gak ribet kerja, ribet belanja
Ribet makan, ribet jajan, ribet jalan-jalan
Si paling ribet

Minggu, 03 Mei 2026

Dia Tidak Berisik

Kamu tahu dia tidak berisik
Dia diam, fokus dengan tugas dan tanggung jawabnya
Sibuk bantu orang di sekitarnya
Seringkali kewalahan tidak dapat menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari yang ia kira

Dia tahu dan sadar betul
Bila ingin kerjasama perlu waktu untuk berproses saling support
Bila ingin kerja sendiri, bisa saja sudah selesai dari kemarin
Dia melihat ini, sebagai perjalanan panjang yang perlu konsistensi, fokus dan semangat berjuang yang sama

Semakin kamu mengenalnya
Dia semakin menarik
Dia jauh berbeda dari yang lainnya
Dia tak peduli bagaimana orang melihatnya
Dia hanya peduli kehadirannya terasa dan bermanfaat 

Seharusnya Dia tidak sendiri
Tapi siapa yang mampu membersamainya
Karena dia juga tak paham akan dirinya sendiri
Kemana langkah kakinya akan pergi

Dia tidak egois
Dia hanya keras kepala
Batu yang jadi pandai kuat kita semua ada di titik ini
Terima kasih atas kerjakerasmu 

Ayahmu Juga Baru Pertama Jadi Ayah

Ayahmu juga pertama jadi ayah
Beliau ingin yang terbaik selalu untukmu
Menjagamu, melindungi, membimbingmu
Membersamaimu selalu

Doanya tak pernah berhenti
Usahanya apalagi
Sesekali salah kata, salah sikap dan salah melangkah 
Bukankah beliau juga manusia biasa
Sama sepertimu

Darah yang kental itu
Adalah bagian darinya
Melihatmu terluka hatinya seakan dicabik-cabik
Kalau bisa dia saja yang terluka, jangan putri kecilnya 

Wajar jika hari itu Ayah melampiaskan marahnya
Karena aku yang lalai, tak menjagamu dengan baik
Hingga kamu harus mendapatkan perawatan yang intensif
Aku juga marah banget sama diriku sendiri
Terlebih kamu sadar, dan masih bisa tersenyum sambil bercanda lirik
Untung masih dikasih hidup

Aku sudah bilang berulang kali
Gak usah penasaran lagi sama experience yang ekstrim itu
Kamu terlalu berani dan berulang kali menantang maut
Jantungmu kuat
Tapi jantung kami ini lho, bagaimana
Pernahkah terfikirkan 

Lebih dari semua itu, aku bersyukur kamu selamat

Sadis

Sadis
Caramu menghapus seseorang dari hidupmu
Kamu yang seceria, tulus dan baik ini
Ternyata ada titik lemahnya juga

Yap, kesabaran manusia pasti ada batasnya
Dari kamu peduli memberikannya waktu untuk memperbaiki dirinya
Mempelajari hal baru bersama
Sampai titik didih itu memuncak 
Dia kira bisa menipu begitu saja

Dia berpura-pura baik di depanmu
Selama yang ia bisa, dan kamu juga berpura-pura tidak tahu akan semua kekurangannya
Hingga tibalah waktu yang tepat menurutmu
Untuk menghilangkan dia dari ingatanku
Menggantikan dia dengan kehadiranmu 
Membuktikan pada dunia semua baik-baik saja tanpa dia
Tanpa mengeluh apalagi menengok ke belakang

Kamu blokir semua tentang akses dia berkomunikasi denganmu
Bukan karena tak memaafkannya
Tapi supaya ia tidak melakukan kesalahan yang sama
Ini caramu mendidiknya

Bahkan kamu buat jalan yang tak perlu lagi berhadapan dengannya
Dan kalau harus bertemu dengannya, hanya sebatas ramah tamah rekan kerja

Semua sisimu terlihat perfect dan profesional di mata orang lain
Tak jarang mereka menilai sebagai seorang yang sangar, dingin tak punya hati

Padahal mereka tidak tahu
Bagaimana duniamu kemarin, jungkir balik, hancur lebur, bahkan harus memulai lagi dari titik nol
Karena orang yang tak bertanggung jawab

Kamu hanya memastikan dirimu aman, dan orang-orang disekelilingmu tidak terluka
Karena menurutmu perjuangan itu setiap waktu
Roda kehidupan selalu berputar
Pastikan niatmu baik
Caramu baik
Usahamu maksimal 
Selalu ingat untuk saling berbagi dan peduli

Batasanmu jelas
Untuk orang-orang yang tidak satu frekuensi denganmu
Bukan salahmu, juga bukan salah mereka 
Sudah waktunya saja untuk tidak saling bertaut 

Mereka tahu betul kamu tidak suka perdebatan
Kamu tak suka berselisih paham
Kalau memang sudah berbeda visi misi
Ini detik yang tepat untuk pergi tanpa berfikir dua kali

Tak ada kesempatan untuk mereka yang memilih menyerah
Dan melupakan visi misinya