Beliau ingin yang terbaik selalu untukmu
Menjagamu, melindungi, membimbingmu
Membersamaimu selalu
Doanya tak pernah berhenti
Usahanya apalagi
Sesekali salah kata, salah sikap dan salah melangkah
Bukankah beliau juga manusia biasa
Sama sepertimu
Darah yang kental itu
Adalah bagian darinya
Melihatmu terluka hatinya seakan dicabik-cabik
Kalau bisa dia saja yang terluka, jangan putri kecilnya
Wajar jika hari itu Ayah melampiaskan marahnya
Karena aku yang lalai, tak menjagamu dengan baik
Hingga kamu harus mendapatkan perawatan yang intensif
Aku juga marah banget sama diriku sendiri
Terlebih kamu sadar, dan masih bisa tersenyum sambil bercanda lirik
Untung masih dikasih hidup
Aku sudah bilang berulang kali
Gak usah penasaran lagi sama experience yang ekstrim itu
Kamu terlalu berani dan berulang kali menantang maut
Jantungmu kuat
Tapi jantung kami ini lho, bagaimana
Pernahkah terfikirkan
Lebih dari semua itu, aku bersyukur kamu selamat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar