yang tak pernah benar-benar pergi
hatiku dan hatimu masih bertaut karena Tuhan.
Bukan karena jarak yang mendekatkan,
bukan pula karena waktu yang menjanjikan,
tetapi karena ada sesuatu yang hanya Tuhan tahu alasannya
mengapa masih tinggal di antara kita.
Mungkin jalan kehidupan belum mempertemukan kita lagi,
mungkin langkah kita masih harus menempuh arah yang berbeda,
dan tubuh kita belum dipertemukan dalam satu ruang yang nyata.
Namun aku percaya,
jika Tuhan masih menitipkan namamu dalam doa-doaku,
dan entah bagaimana namaku masih hidup dalam doamu,
maka ada alasan yang belum selesai Tuhan tuliskan.
Aku tak ingin memaksa waktu, tak ingin mendahului takdir.
Aku hanya ingin percaya bahwa apa yang ditautkan oleh Tuhan tak akan pernah benar-benar hilang hanya karena jarak.
Jika memang kita ditakdirkan bertemu,
biarlah Tuhan yang memilihkan waktunya.
Dan jika suatu hari
kita kembali berdiri berhadapan,
semoga kita datang
bukan sebagai dua hati yang saling mencari,
tetapi sebagai dua hati
yang akhirnya mengerti
mengapa Tuhan membuat kita
menunggu selama ini.
Sebab satu keyakinanku tetap sama:
Hatiku dan hatimu masih bertaut karena Tuhan.
Dan selama Tuhan belum berkata “selesai”,
aku akan percaya
bahwa kisah ini masih memiliki
sebuah halaman yang belum terbaca.
Dan aku sudah tidak penasaran lagi
Waktu Tuhan adalah yang terbaik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar