Manusia yang dahulu kala dengan baik, setia, tulus dan kasih sayangnya membersamai perjalanan hidup ini
Sedekat itu
Se so sweet itu
Sampai aku terbiasa dengan adanya kamu dihidupku
Dan tak pernah berfikir hari tanpa kamu
Diam-diam kamu memendam
Dan memberi batas waktu pada dirimu sendiri
Sampai kapan manusia ini tidak bersyukur atas upaya terbaikmu
Bukan sedih
Bukan lelah, apalagi kecewa
Ya, sudah berakhir saja
Detik itu
Tanpa kata
Tanpa rasa
Tak ada lagi waktu dan ruang masa itu dan masa depan
Dan aku terbiasa mengira semua akan baik-baik saja
Kamu hanya butuh waktu untuk menepi
Tak ada upaya terbaikku
Karena semua barangmu masih ada
Siapa yang tahu
Kamu pergi tanpa membawa apapun
Tak menginginkan semua barang yang dahulu kamu impikan
Semua itu hanya masa lalu yang tak lagi berarti
Apakah itu termasuk aku?
Wow, seketika aku tersadar
Semua semua nasi sudah menjadi bubur
Dan hebatnya kamu
Bisa memulai lembaran baru dari awal
Dengan tenang, berani, dan berdikari
Mereka mengira hubungan kita masih baik-baik saja
Tak ada kata negatif yang keluar dari mulutmu tentang aku
Penyesalan itu memang datangnya belakangan
Bertemu dan menyapamu pun aku segan
Namun tetapku lakukan
Dan ini dirimu, bisa profesional untuk kerjaan
Di luar waktu kerja kita kembali jadi orang asing
Melihatmu sehat, bahagia dan terus berkarya sudah lebih dari cukup
Karena aku juga tak kompeten untuk membersamaimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar