Jumat, 24 Februari 2017

Sendiriku

Sendiri aku menekuni kehidupan ini
Aku masih penasaran dengan ujung kisah hidupku
Setiap hari aku coba memaknai diri
Mensyukuri semua nikmat yang sudah terpakai
Menikmati setiap garis yang telah terlukis

Sendiri aku menaiki tangga kehidupan ini
Semakin tahun semakin tambah usia ini
Aku semakin tua, seharusnya aku semakin dewasa dan bijaksana

Orang hanya melihat keberuntunganku
Ketangguhanku menahlukkan waktu

Minggu, 22 Januari 2017

Firasat Dahulu, Terbukti Sekarang

Aku sangat berhati-hati menjaga jarak aman denganmu
Bukan karena aku membencimu
Atau karena aku tidak menyukaimu
Aku sangat menyayangimu, sungguh
Aku tak ingin membuatmu terluka
Aku ingin kita tetap berhubungan baik seperti ini

Selama-lamanya aku ingin kita tetap begini
Cukup menjaga hati masing-masing
Aku akan bahagia bila kamu berkenan menjadi pendampingku
Aku khawatir kamu tidak akan bahagia bersamaku
Aku hanya ingin begini, terus menjagamu dalam heningku

Aku senang mengawasi setiap gerak-gerikmu
Maaf bila akhir-akhir ini aku sering beradu argumen denganmu
Ada yang tidak biasa darimu
Aku melihat ada yang lain dari tindak-tandukmu

Apa kamu mulai mencintainya?
Apa kamu hanya peduli padanya?
Aku kasihan padanya, dia terlalu berharap kamu juga menyayanginya
Aku tahu pasti, hatimu itu ada padaku
Tapi aku tetap saja khawatir kalau sewaktu-waktu hatimu berubah

Hati manusia siapa yang bisa menebaknya

Tuhan, biarkan semuanya tetap pada tempatnya
Aku tak kuasa menunjukkan padanya
Begini cara aku mencintainya
Begini cara aku melindunginya
Begini cara aku menunjukkan kasih sayangku kepadanya

Mendadak menjadi orang asing itu tidak pernahku pinta
Mendadak tidak bertegur sapa dan peduli itu mustahil adanya
Tapi Tuhan menyusunnya
Tapi Tuhan sudah mengaturnya
Aku dan kamu telah berjarak
Tuhan menciptakan jarak yang semakin jauh dan rancu diantara kita
Sebenarnya itu sudah bisa menjadi pertanda
Bahwa kita tidak pernah tertakdir untuk bersama apalagi selamanya
Andai kalla itu, kita menyadarinya
_________________

Luka itu masih ada
Luka itu masih berbekas
Luka itu bermakna dalam
Bukan hanya tentangmu
Terlebih mengenai keegoisan hatiku
Aku yang dahulu begitu ingin memilikimu
Mencoba mempertahankan kehadiranmu
Namun, aku lupa
Apa yang aku lakukan itu sia-sia
Tuhan hanya mengizinkanmu untuk singgah sejenak dan melewatiku
Bukan untuk menetap dan tinggal selamanya
Tak masalah
Luka ini bukan karenamu
Sepenuhnya luka ini karena aku
Aku yang terlalu tamak akan dunia ini

Minggu, 01 Januari 2017

2 hati

Mungkin karena aku sudah pernah terbiasa dengan perbedaan ini
Tidak ada yang perlu diperdepatkan apabila kita bisa saling menghormati
Bagiku Agamaku, Bagimu Agamamu

Aku terbiasa menunggumu selesai ibadah di hari minggu dulu, sebelum kita menghabiskan waktu bersama
Kamu juga terbiasa menungguku beribadah di setiap lima waktuku tiba

Bercanda dan tertawa kita saling memahami
Duka cita kita saling menguatkan

Tidak ada pertemanan setenggang rasa ini
Hanya mampu bersama dan tak mungkin dapat bersatu itu kita sadari betul

Tuhanku bukan Tuhanmu
Tuhanmu bukan Tuhanku
Akan tetapi Tuhan itu satu
Tuhan selalu ada di hati kita

Cukup bagi kita ada di titik ini

Selamat datang kekasih hatimu
Selamat menempuh kehidupan baru ya kamu
Semoga kasih Tuhan selalu bersamamu

Selamat tinggal kenangan lalu
Terima kasih atas pembelajaran darimu
Semoga kelak kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi

Mari menjaga damainya hati ini

Sabtu, 24 Desember 2016

Terlampau Jauh

Perasaanku campur aduk
Aku hanya ingin belajar menjadi pribadi yang lebih tenang
Aku sudah memasrahkan semua urusan duniaku kepada Sang Maha Pencipta, Allah SWT

Perjalan hidup yang aku tempuh sangat luar biasa
Siapa kira, aku dapat berdiri dan tetap bertahan hidup sampai detik ini
Suka duka pengalaman ini tidak akan terhapus dari memori

Kalian itu yang luar biasa
Luar biasa kuat dan sabar menghadapi diriku ini

Kalian memang tiada duanya
Hanya kalian yang teruji mampu menyikapi kerasnya diri ini sampai saat ini

Ya, aku akui
Aku keras kepala
Kadang keras hati juga
Aku sangat percaya diri
Aku terlalu yakin akan kemampuanku sendiri
Beruntung Allah selalu membimbing jalanku
Allah memberiku kekuatan untu melalui semua ini

Tidak mudah memang perjalanan hidupku
Bukan berarti tidak bisa dilalui
Memang tidak sempurna hidupku ini
Akan tetapi kalian mampu sempurnakan hariku

Terima kasih ya kaliiian

Selasa, 13 Desember 2016

Dalamnya Arti Kehadiranmu, DANDI

1 tahun berlalu
Mama, Kak Lyla, Bapak, dan Andre hidup tanpa kamu
Kepedihan itu masih menyayat hati dan meninggalkan pilu yang mendalam di kalbu
Bahkan dalam ingatanku pun kamu sosok yang tiada duanya

5 tahun aku habiskan masa kecilku hidup dalam lembut dan hangatnya kasih sayang keluargamu
Keluarga kecil nan sederhana penuh makna di dalamnya
Persahabatan yang tercipta sudah melebihi saudara dan keluarga sendiri

11 tahun kita terpisah oleh keadaan yang mungkin sudah digariskan
Aku sadar dan banyak belajar, tidak ada orang yang dapat menggantikan sosokmu
Kamu; teman, sahabat, kakak, saudara, keluarga, dan pahlawan kecilku

Takdir memanglah takdir
Tidak ada yang tahu; kapan, dimana, kenapa, siapa, dan bagaimana akan terjadi
Garis kematian itu sudah terukir
Dipertengahan bulan Desember 2015
Kamu menghembuskan nafas terakhirmu
Tanpa memberiku kesempatan untuk mengetahui bagaimana kondisimu saat itu

Keluargamu dan keluargaku sepakat menyembunyikan semua rasa sakitmu
Segala penderitaanmu dan getirnya jalan yang kau tempuh sampai maut itu datang menjemputmu

Saat itu aku sedang dalam perjalanan
Aku sedang menghabiskan waktuku 3hari 2malam di negeri bernama singapura
Orang bilang aku sedang menikmati pengalaman pertamaku tersebut
Yang orang tidak tahu, aku punya beberapa kegelisahan dan kekecewaan yang bercampur aduk dengan suka cita kepergianku itu

Aneh, sungguh aneh
Aku rasa ada sesuatu yang janggal hari itu
Bagaimana bisa pesawatku dari Singapura ke Jakarta delay
Kemudian penerbanganku dari Jakarta ke Surabaya juga terdelay
Aku baru sampai Surabaya jam 1 dini hari
Istirahat, bebenah dan prepare untuk menghadiri resepsi pernikahan salah seorang kerabatku di Surabaya

Baru masuk ke gedung pernikahan itu
Baru menikmati anggun dan mewahnya suasana di sana
Telpon genggamku berdering tanda panggilan masuk
Ternyata ibuku yang telpon
Ibu menannyakan bagaimana pengalamanku ke Singapura
Aku tak bisa bercerita banyak karena aku sedang menghadiri pernikahan kerabatku
Ibu pun mengalihkan pembicaraan dengan cepat
"Sebentar, dek. Ibu mau cerita soal Dandi. Teman kecilmu itu, lho. Masih ingatkan, dek. Kamu yang sabar ya, yang kuat. Kemaren siang Ibu habis dari rumah Dandi,,,"
"Apaan sih Bu. Langsunga aja ke topiknya. Nanti lagi disambung ya. Acaranya sudah mau mulai ini."
"Sebentar dek. Iya, ibu langsung potong ya. Mama sekeluarga nitip salam. Kamu tolong maafin Dandi ya. Biar Dandi ringan jalannya, biar Dandi tetap tersenyum di sana ya. Dandi sudah tenang bersama Allah. Dandi sakit gagal ginjal, dek. Doakan semua yang terbaik untuk Dandi dan keluarga ya, dek. Ibu sayang adek. Adek harus kuat ya! Yang tabah ya sayang."
Telepon pun terputus

What?
Dandi???
Why? What's wrong!
Dandi, orang yang baik
Banyak teman dan selalu happy
Gagal ginjal
Imposible
Are you kidding me, moms

Ya Allah, aku percaya takdirMu
Semua ini demi kebaikkan Dandi beserta keluarga
Engkau Maha Mengetahui dari semua yang hamba kuasai
Engkau yang menciptakanku, menghidupkanku dan mematikaku pula
Berikanlah keluarga Dandi kekuatanMu agar tabah menjalani semua rencanaMu
Berikanlah Dandi pengampunanMu agar ia layak mendapatkan tempat terbaik di sisimu bersama dengan orang-orang yang beriman
Amin

22 Desember tepat 7harimu
Aku menginjakkan kaki di Jakarta
Dan baru sempat takziah ke rumah keluargamu di keesokan harinya
Aku peluk erat Mama, sebagaimana dahulu Mama sering memelukku juga
Aku coba menularkan kekuatan positif yang ada dalam diriku
Aku kirimkan sinyal-sinyal kebahagian agar mama juga bahagia
Dalam pelukku, mama bercerita tentangmu
Bagaimana mama menyayangimu
Bagaimana mama kehilanganmu
Mama terlalu bersedih, mama kesulitan mengatur nafas dan jatuh dalam pelukanku lebih dalam
Kalau dulu mama bisa mengendongku
Aku tak punya kuasa untuk mengendongnya
Aku hanya dapat merangkulnya lebih erat lagi, lebih hangat lagi
Aku coba menguatkan hatinya
Aku coba membuatnya tersenyum kembali
Mungkin ini masih terlalu dini
Mama sembunyikan tangisnya dalam diam

Dandi
Aku berjanji
Aku akan sekuat hatiku berusaha yang terbaik
Untuk Mama

Walaupun mama tidak merasakannya
Meskipun mama tidak mengetahuinya
Keberhasilanku adalah keberhasilanmu juga
Karena kamu sekeluarga adalah sumber kekuatanku waktu itu
Izinkan aku Ya Allah untuk membalas kebaikan hati mereka
Perkenankan hamba membalas ketulusan demi ketulusan tangan-tangan yang ringan berbagi kebahagian itu

Dunia ini berhasil mengecohku

Setidaknya ada setitik kisah tentang aku dalam ingatanmu
Sekelumit cerita tentang kebersamaan kita
Sejengkal peristiwa yang mampu membingkaiku dalam kenangan hidupmu

Aku memiliki sejuta keindahan mengenai dirimu
Kehadiranmu begitu berarti bagiku
Aku menyimpan sejuta rasa untukmu
Perasaan yang aku sengaja rahasiakan sepanjang waktuku

Aku mencintaimu setulus hatiku
Aku menyayangimu seluas usiaku
Aku merindukanmu setiap hembusan nafasku
Aku mengharapkamu sepanjang kakiku melangkah maju

Aku tak pernah tahu bagaimana kisah ini akan berakhir
Aku tak bisa terima takdir, apabila kisah kita telah usai
Lebih tepatnya mengenai kisahku yang terlampau menginginkanmu

Naila sudah menikah dan memiliki anak dua
Naila sudah hidup penuh bahagia
Sedangkan aku, waktuku masih tersita dengan semua anganku tentangmu

Bagaimana caranya aku melepaskan semua kenangan dan angan-anganku
Apakah aku dapat hidup tanpa semua terbingkai indah itu
Aku rasa aku tak sanggup mendorong diriku ke dunia yang benar-benar baru
Aku takut, aku keliru, dan jatuh terpuruk terus begitu
Demi Tuhan,, Ya ALLAH bimbinglah hambaMu ini menuju SurgaMu
Hamba tak ingin terkecoh dengan kesenangan duniaMu lagi

Senin, 12 Desember 2016

Tentang Kakak Ipar Tercinta

Kak Syfa, lama sudah aku tidak merasakan hangatnya kasih sayang keluarga

Semenjak Kak Syfa hadir diantara keluarga kami, aku merasakannya lagi

Aku bisa bercerita A ke Z dan kembali ke A lagi hanya bersama kakak

Mungkin aku terlalu kekanak-kanakkan
Aku tidak bisa selalu fokus dan serius tentang perjalanan hidupku ini

Aku pastikan Abangku ada di tangan wanita yang tepat
Kak Syfa, aku bangga sama kakak

Cerita kita berawal sejak Kak Syfa dan Abangku menikah
Aku terbawa eforia kebahagiaan pesta pernikahan itu
Aura berbunga-bunga terus mengelilingi seisi rumah

Aku tahu Abangku bukanlah orang yang romatis
Tapi dia sangat gentlemen lah ya
Tapangnya juga tampan
Bodynya ketje
Aku sayang Abangku ini

Aku dan Abangku tidak pernah memiliki topik percakapan yang intens
Tapi aku mengerti kalau Abangku ini juga sayang dan perhatian kepadaku
Dia tak pandai berlakon
Dia punya harga diri yang tinggi

Aku juga melihat itu di diri Kak Syfa
Tapi aku punya keyakinan Kak Syfa pandai menempatkan diri

Dari sekian banyak perempuan yang antri untuk mendekati Abang
Hanya Kak Syfa yang Abang perlakukan berbeda
Awalnya aku tak mengerti mengapa
Mungkin karena kakak berbeda
Kakak punya prinsip hidup yang tegas

Sebagai wanita,, kakak tidak hanya luar biasa
Kakak punya sejuta pesona yang tak terbantahkan

Aku mendengar kesaksian dari para sahabatmu
Kalau Kak Syfa memang terkenal jutek, judes, alias sombong sejak SD
Kakak suka jual mahal sama lawan jenis yang tertarik dengan kepribadian kakak
Oh, Kakak Iparku ini awesome sekali

Kakak juga sangat mencintai dunia sosial dan keagamaan dari kecil
Kakak yang setia kawan, kakak yang punya ide-ide brilliant, kakak yang menjadi agent of change dalam kelompok bermain kakak

Padahal usut punya usut, kakak itu aslinya cengeng dan kurang percaya diri
Kakak tidak suka keramaian kan ya

Apapun itu kak, terima kasih sudah hadir dan menjadi inspirasi untuk kita semua
Jasamu terlalu besar buat kami