Minggu, 19 April 2020

Ya Mudah Saja BagiMu, Meluluhkan Hati Yang Kau Mau

Satu kemampuanmu yang aku tak mampu
Bagimu mudah saja untuk meluluhkan Hati yang kau mau
Mungkin termasuk aku kala itu

Ya tak perlu kau berbicara
Bertatap mata saja aku sudah terlena
Ya tak perlu membuka mulut
Senyum simpulmu membiusku

Mudah saja, bagimu
Tak mudah untukku bertahan dari sengatan itu
Tak mudah juga untukku lepas dari jerat mautmu

Bahkan banyak hati lain yang terpedaya
Dan juga terlena menikmati rasanya terpedaya
Tidak ada yang mampu menolaknya

Aku tak seagresif itu
Aku tahu batasnya
Aku memang gila dan candu
Tapi aku tahu batasanku

Berdoa semua pintaku tercipta
Berusaha membuatmu terpukau
Terus menantang diri meningkatkan kemampuanku
Hingga jatuh aku tertimpa besarnya pengharapan
Setengah mati merindu
Menunggu tanpa mengenal waktu dan ujung penantian ini ada dimana

Mudah bagimu menciptakan kehidupan baru
Tanpa beban dan tanpa kenangan masa lalu
Mudah bagimu berdiri diatas kakimu sendiri
Menujuk semua yang ingin kau miliki

Bila hatiku adalah salah satu dari arena bermainmu
Ku harap kau mampu rasakan ketulusannya
Betapa berharganya rekaman bersamamu
Dilugunya aku berharap hidup selamanya denganmu


Sabtu, 18 April 2020

Aku Tak Rela

Aku tak rela dia menduduki posisiku
Aku tidak bersedia dia mendampingimu
Aku tau kamu dan dia, tapi aku lebih lama bersamamu
Bagaimana ceritanya kamu bisa sama dia
Apa tak kau lihat aku yang selalu membersamaimu

Aku marah dan kecewa
Tapi kamu juga tak bisa terima
Aku yang selalu mengalah dan berujung mengikuti semua yang kau pinta
Selama bukan dia, aku akan menerima

Aku beri jeda
Supaya kamu dapat kembali mencerna
Bahwa hanya aku yang paling berharga
Aku yang paling memahamimu apaadanya
Jadi tolong angap dia tak ada

Aku tak punya alasan untuk merelakanmu
Aku tak bisa melepaskanmu
Apalagi bila aku harus meninggalkanmu
Aku beri kamu jeda namun dalam pengawasanku
Kamu tahu bagaimana kuatnya aku kan

Kamu selalu penasaran bagaimana aku bisa sekuat ini
Ini karena aku punya kamu disisiku selamanya
Jadi jangan bertanya tentang rapuhnya aku
Aku rapuh bila tanpa kamu

Semoga kamu dapat memahaminya

Ku Beranikan Diri untuk Menyapamu

Hari ini aku beranikan diri untuk menyapamu
Aku tahu kamu akan ketempat ini dari sosmedmu
Tak ku sangka timingnya pas
Agak ragu dan canggung tapi aku menghampirimu
Menyapamu dan mengajakmu berbicara

Berbicara tentang banyak hal
Yang tidak pernah aku bagi kesiapa pun
Aku buka semua kartuku dihadapanmu
Bukan karena ingin serakah untuk memilikimu
Kamu punya hak untuk memilih

Aku setuju awal pertemuan kita tidak seru
Terlalu Baja
Hanya karena situasi dan kondisi jadilah benih-benih itu
Yang kita juga tidak sadari mampu tumbuh meski hanya lewat tatapan

Aku hanya pria yang berusaha konsisten
Memegang teguh semua janjiku
Terlebih perihal wanita aku sangat sensitif
Aku wajib menjaga jarak bila tidak sanggup bertanggung jawab

Hari ini aku ingin bertanggung jawab atas semua kegaduhan yang sohibku perbuat
Mereka terlalu menekanmu untuk mengakui segalanya
Padahal mereka tidak pernah menekanku
Mungkin mereka telah curiga dari awal kita bertemu
Sampai akhirnya aku memberitahu mereka aku studi keluar negeri
Sepertinya mereka menyimpulkan sendiri mengapa aku selama ini memilih menjaga jarak aman diantara kita

Meski waktu itu mataku tak bisa lepas untuk tidak memperhatikanmu
Bahkan sembunyi-sembunyi pun tetap aku ingin selalu mengawasimu
Sesungguhnya kalau bisa aku ingin selalu menjagamu

Maaf bila hari itu, kamu kaget dilempar uang koin
Karena temanku kesal kita sedang serius bermain
Tapi aku malah sibuk mengamatimu

Maaf bila saat itu, aku tak merespond semua tanyamu
Karena aku tidak yakin dan tidak bisa menyangkal aku senang
Temanku memanggil namamu dengan imbuhannya dan sebut namaku
Itu yang aku mau
Tapi itu bukan ideku

Maaf bila waktu itu, teman-temanku asyik bermain dasi
Sampai tidak ingat waktu istirahat telah usai dan terlebih tidak memperhatikanmu yang akan masuk kelas
Aku hanya ingin kamu masuk kelas dengan aman dan teman-temanku tidak terusik

Maaf bila hari itu, aku mengawalmu dari keluar sekolah, digang sempit, saat menyebrang dan memastikanmu aman sampai dirumah

Ya aku kesal menyadari waktuku memperhatikanmu akan berakhir
Terlebih disisa waktu itu, teman baru yang sekelas denganku terlalu akrab bersamamu
Mudah sekali untuk Rio sepayung berdua denganmu
Menyapa Ibumu sewaktu pengambilan rapot
Memanggilmu, menghampirimu dan berbincang denganmu
Aku terusik

Waktu pentas seni perpisahan
Aku sengaja ubah model dan warna rambut bahkan motorku
Agar kamu tertarik melihatku lebih dekat
Tapi nyatanya kamu semakin terlihat lebih dekat dengan Rio
Dan aku tak punya kesempatan untuk ungkapkan yang aku rasa

So hari ini, detik ini
Aku mau bilang terima kasih
Terima kasih telah hadir dan memberi warna tersendiri
Aku menyukaimu
Aku harap, aku dapat kesempatan untuk memberikan support dan dukunganku kepadamu

Kamu sangat menginginkan punya kaka laki-lakikan
Anggap saja itu aku
Aku akan berusaha mendukungmu setelah berdoa semua yang terbaik untukmu

Meski aku tidak bisa berjanji untuk selalu disampingmu

Selasa, 14 April 2020

Aku Yang Telah Terbiasa Tanpa Mu

Dari Aku Yang Telah Terbiasa Tanpa Mu
Untuk Kamu Yang Hanya Sekejap Hadir Namun Membekaskan Pengalaman Berharga

Terima kasih hari itu telah hadir dengan senyum simpul yang terekam indah dalam ingatan

Kamu bukan golongan orang ramah di awal pertemuan
Juga tidak terlalu eyecaching dimataku
Gayamu sok cool
Tidak pernah ada suaranya

Tapi aku terlanjur terbiasa dengan kehadiranmu
Seenggaknya ada yang dilihat
Ada yang bisa buat dijadiin bahan omongan
Lumayan buat halusinasiku jadi cemceman

Walau hanya setahun
Dimasa remaja awalku
Fase aku keranjingan drama korea, sinetron dan FTV
Kamu layaknya sungai ditengah gurun
Menyegarkan

Kamu juga terbiasa aku gangguin
Aku jadiin kambing hitam
Kamu tidak bergeming
Mana mampu aku berfikir tidak ada kamu dihari-hariku

Namun saat berjumpa diujung hari itu
Aku baru tahu kenapa orang benci perpisahan
Kata akhir itu tidak mudah untuk diucapkan
Dan kita pun berpisah

Mungkin ini karena aku tak pernah membayangkan perpisahan
Mungkin karena aku tak terbiasa tanpamu
Waktu akan memperbaiki segalanya
Aku harus bisa berdiri diatas kemampuanku sendiri

Sekejap kamu hadir
Sejuta rasa dan momen indah tercipta
Terekam indah menjadi kenangan milikku sendiri
Terlalu indah untuk hanya kuingat sendiri
Atau hanya buku diaryku yang menjadi saksi

Pengalaman rasa dan pengetahuan yang luar biasa
Setelah dirimu hadir dan pergi
Lebih aku belajar berdamai dengan diriku sendiri
Lebih mengenal dan menjaga kestabilan emosiku

Jangan tanya perihal air mata
Sambil tidur pun aku menangis
Sampai kering air mataku
Dan terlelap pun mengigau panggil namamu

Terima kasih dan mohon maaf lahir batin
Semoga Allah membalas semua kebaikanmu

Kini 15 tahun sudah berlalu
Aku menjadi manusia yang lebih dewasa
Terus belajar menjadi bijaksana
Hidup dalam kecukupan dan penuh syukur
Karena Allah telah menemaniku, mengasihaniku, menyayangiku dan menjagaku
Dan aku pun telah terbiasa tanpamu

Meski masih mengharap Allah dapat pertemukan kita


Senin, 13 April 2020

Dikala Aku Percaya

Dikala aku percaya
Cinta antara kedua manusia itu ada
Aku sedang dalam tahap selalu dibenturkan pada akhir yang tidak ingin aku percaya kalau kenyatan ini benar nyata adanya

Dikala aku percaya
Akan keyakinan terdalamku
Manusia telah diciptakan berpasang-pasangan
Dan aku dalam tahap yang belum juga bertemu pasangan
Pahit kenyataan itu aku coba pahami

Dikala aku percaya
Hidup sendiri itu bukan neraka
Aku tahu pada akhirnya manusia akan menghadapi pertanggung jawabannya masing-masing
Lagi dan lagi aku dibenturkan pada kenyataan kesendirian ini menyiksa juga

Dikala aku percaya
Doa dan usahaku sudah cukup lama
Aku berharap mukjizat itu akan segera datang
Nyatanya semua tetap seperti sedia kala

Minggu, 12 April 2020

Kenyataannya Kita Tak Berjodoh

Satu kata yang aku ingat tentangmu
Baik
Tidak neko-neko
Tidak berisik
Tapi kamu tau arah dan tujuanmu

Sejak mengenalmu
Aku diam-diam berdoa kepada ALLAH
Minta dijodohkan dengan orang sepertimu, tapi versi lebih baiknya lagi
Fisiknya ya

Aku minta yang taat ibadah wajib sepertimu
Sholat tepat waktu dan selalu dimasjid
Disiplin
Tegas
Tapi tidak keras
Aku minta yang tinggi badannya lebih tinggi dari aku
Yang badannya lebih berisi dari badanku

Dan terus aku pantau sosmedmu
Ternyata kamu tidak jauh tumbuhnya
Ahhahaa
Aku pikir aku masih childish
Menuntut sosok yang sempurna
Sedangkan aku tidak suka dituntut

Suatu hari aku tahu kamu berhasil masuk menggunakan seragam kebanggaan itu
Meski bukan dijurusan yang kamu minta
Tapi kamu ada dalam kategori yang sama
Bersyukurnya aku ikut bahagia

Aku menikmati setiap updateanmu
Berdoa semua yang terbaik terjadi dalam hidupmu
Siapa sangka malam minggu kemarin
Hatiku ambyar bersamaan dengn konsernya didi kempot 😅
Kamu posting foto lamaran dan umumkan tgl pernikahan

Aku bahagia
Akhirnya kamu berani ambil risiko lebih tinggi
Bertanggung jawab sebagiamana pria sejati
Aku salut dan aku bangga

Meski yang berdiri disampingmu bukan aku

Ya
Begitulah kenyataannya
Aku masih disini sendiri
Berdoa lirih, merengek minta ini itu
Dia telah menemukan tambatan hatinya
Dengan cara yang elegant

Lagi lagi harus aku hadapi kenyataan
Aku tidak berjodoh dengan orang-orang yang aku pinta dan aku doakan serta usahakan diam-diam

Aku tahu ALLAH akan mengabulkan doaku
Suatu hari nanti satu per satu
ALLAH yang tahu kapan itu waktunya

Aku hanya ingin bercerita
Berbagi kisah
Bahwa cintaku kandas tanpa permulaan

Sabtu, 11 April 2020

Temui Takdir masing2

Hari ini aku belajar 1hal lagi
Benar-benar kita tidak boleh sepelakan 1butir debu pun yang ada di dunia ini
Allah telah mengatur segalanya demikian baik
Kemana saja kah aku selama ini

Mereka sudah menemui takdirnya masing-masing
Ada yang lebih dahulu bertemu jodohnya
Ada yang lebih dahulu bertemu mautnya
Ada yang lebih dahulu bertemu anaknya
Ada yang lebih dahulu bertemu kariernya

Aku masuk golongan yang mana?
Aku sayang keluarga tapi aku tidak tinggal bersama mereka
Aku sayang pekerjaan tapi aku tidak hidup untuk mereka
Aku ingin ke tanah suci, tapi Allah belum izinkan

Sebegitu suci tanah itu untuk aku tapaki
Lagi lagi Allah melindungi
Aku apalah daya
Aku terlalu hina